Minggu, 20 November 2011

Erupsi Gunung Kelud

                Gunung berapi merupakan tonjolan yang memiliki ketinggian tertentu di permukaan bumi yang memiliki saluran larva yang berasal dari perut bumi, yang ketika sudah saatnya meletus yang diakibatkan daya dorong dari gas yang menekan, akan mengeluarkan material-material bumi. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Indonesia terlewati oleh Ring of Fire, yang menyatakan bahwa di Indonesia terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia tepatnya di Jawa Timur yaitu Gunung Kelud. Gunung Kelud merupakan gunugn api strato andesitik yang masih aktif, dengan adanya laporan bahwa sepanjang abad 20 ini gunung Kelud telah meletus sebanyak 5 kali, yaitu pada tahun 1901, 1919, 1915, 1966 dan 1990. Terakhir, gunung ini meletus pada tahun 2007, tetapi letusannya tidak terlalu besar. Letusan yang terhebat yang terjadi di gunung kelud terjadi pada tahun 1919 yang memakan korban hingga 5000 jiwa akibat banjir lahar dingin menyapu pemukiman penduduk. Dilihat dari tahun kejadian meletusnya gunung kelud, para ahli gunung api menyatakan bahwa pola ini merupakan siklus 15 tahunan bagi letusan gunung ini.   

Gambar 1. Gunung Kelud
Sumber : dinamik.ukm.ums.ac.id

Gambar 2. Gunung Kelud saat meletus

Hasil penelitian yang didasarkan pada kejadian letusan pada tahun 1919, memberikan penjelasan bahwa tipe dan produk letusan Gunung Kelud bertipe St. Vincent dengan jenis erupsi eksplosif, yaitu erupsi yang terjadi ketika magma yang keluar ke permukaan bumi secara meletus atau letusan. Ciri-ciri dari tipe letusan St. Vincent yaitu lava yang dihasilkan agak kental, tekanan gas sedang, dan kawahnya memiliki danau. Ciri-ciri ini sama seperti yang terjadi di Gunung Kelud. Pad tahun 1919 ini letusan yang terjadi di Gunung Kelud mengelurkan asap letusan dengan ketinggian hingga mencapai lebih dari 10 km. Proses erupsi selalu diawali oleh letusan uap (freatik) yang basah dan lembab. Kemudian berkembang menjadi letusan freato-magmatik yang disertai surge hingga letusan magmatik yang menghasilkan pasir, batu apung, lapili dan abu, yang terjadi dalam waktu relatif singkat (kurang dari 10 jam). Setiap letusannya selalu diakhiri dengan pembentukan sumbat lava pada lubang kepundannya. Lahar letusan tidak terjadi pada letusan tahun 1990, karena isi (volume) danau kawah pada saat  terjadi letusan tidak lebih dari 2,5 juta m3. Hal ini terjadi berkat usaha pengendalian isi danau kawah dengan pembuatan terowongan yang dibangun pada tahun 1920, dan mengalami perbaikan setiap kali setelah terjadi letusan gunung api ini. Terowongan pengendali volume danau kawah ini hingga saat ini berfungsi dengan baik.

Gambar 3. Danau Kawah Gunung Kelud
Sumber : dinamik.ukm.ums.ac.id

                Letusan gunung kelud merupakan suatu gejala alam yang menakutkan dan sangatlah berbahaya bagi semua mahluk hidup yang berada dilereng gunung tersebut bahkan bagi mahluk hidup yang berada beberapa puluh kilo meter dari gunung tersebut. Letusan gunung berapi dapat menyapu pada radius 20 km disekitarnya, sedangkan abu yang dikelurkan dapat terbang hingga ratusan kilo meter searah tiupan angin. Letusan gunung berapi yang dapat mengancam kehidupan dari material yang dikeluarkannya antara lain :
·         Lava
Lava adalah batuan cair karena suhu yang sangat tinggi (sekitar 1.200 0C) dan mengalir melalui lereng dan dapat mencapai jarak beberapa kilometer dari kawah gunung. Semua benda yang dilalui aliran lava ini dapat hancur, dan aliran lava ini sendiri juga dapat menimbulkan awan panas disertai gas beracun yang mematikan.
·         Bom gunung api
Bom gunung api adalah material padat atau semi padat dan panas yang berdiameter antara 10 hingga 300 cm yang terlontar ketika gunung berapi meletus dan dapat mencapai jarak 10 km. Benda yang tertimpa bom gunung berapi ini dapat hancur dan terbakar, sering kali dapat menimbulkan kebakaran hutan jika bom gunung berapi ini jatuh di hutan.
·         Pasir
Pasir adalah lemparan material dari letusan gunung berapi yang lebih kecil dari bom gunung berapi. Ukurannya sekitar 3 mm dan dapat menghancurkan atap rumah karena ketika material ini turun seperti hujan sehingga atap rumah tidak mampu menahan beban dari pasir tersebut. Apabila jatuh di hutan, pasir ini juga dapat merusak dan merontokkan daun pepohonan.
·         Abu gunung berapi dan gas beracun.
 Abu merupakan lemparan material yang paling halus dari letusan gunung berapi dan pada umumnya suhunya tidak panas. Abu gunung berapi ini dapat terbang terbawa angin beberapa ratus kilo meter dari pusat letusan gunung dan dapat mengganggu penerbangan pesawat, juga berbahaya bagi pernafasan manusia. Sedangkan gas beracun dengan kadar yang terlampau tinggi yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi juga dapat mematikan mahluk hidup disekitar lereng gunung tersebut.
                Dengan mengesampingkan bahaya dari letusannya, sebenarnya gunung berapi juga memberi manfaat yang banyak bagi manusia, diantaranya yaitu :
·         Lahan-lahan pertanian disekitar gunung kelud dapat menjadi semakin subur akibat abu vulkanik dari letusan gunung tersebut
·         Areal disekitar gunung berapi juga memberikan pemandangan yang menakjubkan sebagai tempat berwisata
·         Sebagai daerah tangkapan hujan
·         Sebagai sumber mata air
·         Selain itu juga dapat dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga panas bumi

Sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar