Sabtu, 24 September 2011

Mengungkap Keberadaan Gas Metana di Dasar Laut Segitiga Bermuda

ABSTRAK
Dengan semakin banyaknya keanehan yang terjadi di sekitar segitiga bermuda, mengungkapkan banyak opini yang terkadang tidak masuk akal. Penelitian terbaru menyatakan bahwa di dasar laut segitiga bermuda terdapat gas metana yang melimpah. Sumber gas alam ini yang diyakini merupakan penyebab hilanhnya kapal-kapal dan pesawat yang melintas di atas segitiga bermuda. Untuk meyakini kebenaran dari teori ini sebaiknya dilakukan ekspedisi dasar laut dengan menggunakan teknologi akustik bawah air. Teknologi ini dapat menggabungkan sistem SONAR dengan AUV, sebagai tindakan antisipasi bahaya yang mungkin terjadi. Dengan ditemukannya sumber gas alam yang melimpah, manusia dapat memanfaatkan sumber ini dalam menghasilkan biogas sebagai pengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

PENDAHULUAN
Segitiga bermuda merupakan salah satu misteri yang belum terungkap sejak bertahun-tahun yang lalu. Segitiga bermuda ini terletak di sebelah barat Samudera Atlantik dengan luas 1,2 juta km2, dibatasi oleh garis yang menghubungkan Florida, Pulau bermuda dan Puerto rico.


Gambar. Peta Segitiga Bermuda
Banyak opini yang berusaha diungkap oleh banyak orang. Mulai dari sisi yang berdasarkan ilmu science sampai hal-hal yang berbau mistis. Tetapi belakangan ini, opini-opini ini mulai menyusut kepada opini yang lebih masuk akal. Diantaranya yaitu telah terungkap bahwa kemungkinan di dasar laut segitiga bermuda terdapat  piramid yang berukuran lebih besar dibanding piramid di Mesir dan di puncaknya terdapat dua lubang yang menimbulkan aliran arus yang kuat disekitar lubang sehingga menghasilkan ombaj besar dipermukaan yang menyebabkan benda-benda di atas permukaan terbawa ke dasar laut. Hal ini diungkap oleh ilmuwan dari Amerika dan Perancis ketika melakukan survey di dasar laut bermuda. Opini lain yang terbaru dan lebih masuk akal yaitu mengenai adanya lubang-lubang di dasar laut bermuda yang menghasilkan gelembung-gelembung gas metana dengan ukuran yang cukup besar. Gas metana ini dapat mengacaukan sistem navigasi dan kompas para nakoda maupun pilot. Gas metana yang menumpuk di dasar laut, jika terjadi aktivitas bumi yang menyebabkan retaknya dasar laut, maka tumpukkan gas ini akan menyembur ke permukaan membentuk senyawa meta hidrat. Kapal maupun pesawat yang terperangkap ke dalam gelembung gas metana akan terhisap ke dasar laut tempat adanya retakan, yang kemudian tanah dan air yang semula naik ke atas mengendap kembali ke dasar laut, sehingga menimbun mereka dan sisa-sisa keberadaan mereka menghilang. Hal ini dikemukakan berdasarkan ditemukannya kapal dagang Inggris yang tenggelam tidak jauh dari segitiga bermuda, yang setelah di angkat dari dasar laut terdapat sisa-sisa gas metana. Memang pada kenyataanya di beberapa tempat di lautan terkadang muncul semburan gas metana dari dasar laut.
           
ISI
Berdasarkan penemuan yang telah diungkap mengenai segitiga bermuda, dan apabila kedua opini terbaru yang telh dijabarkan benar adanya, mengapa tidak ada penelitian dasar laut lebih lanjut agar semua misteri di segitiga bermuda terungkap. Dan apabila benar di bawah segitiga bermuda terdapat gas metana yang melimpah, bukankah ini merupakan sumber gas alam yang sangat penting? Selain itu kita juga harus mencari tahu darimana sumber gas alam ini berasal hingga dapat berlimpah di dasar laut. Dengan teknologi yang dimiliki saat ini kita dapat mengungkap dan menjawab semua pertanyaan yang ada di kepala kita. Kita dapat melakukan penelitian dasar laut dengan memanfaatkan teknologi terbaru yang dikembangkan oleh NOAA yaitu sistem  SONAR (Sound Navigation Ranging). Sonar merupakan sistem penginderaan bawah laut yang memanfaatkan pantulan gelombang suara. Sistem sonar ini bekerja dengan mengeluarkan sumber bunyi yang akan menyebar di dalam air yang kemudian akan dipantulkan oleh obyek di dalam air dan diterima kembali oleh sistem sonar. Sistem Sonar ini telah dipakai dalam berbagai jenis ekspedisi. Diantaranya, pada tahun 1963 Edgerton melakukan pencarian bangkai kapal Vineyard di Teluk Elang, Massachusetts. Selain itu alat ini juga dipakai untuk mencoba mencari kebenaran adanya monster Loch Ness. Dengan teknologi yang semakin berkembang ini bukankah kita juga dapat mencari kebenaran yang ada dibalik segitiga bermuda?


Gambar. Sistem sonar
Sumber : ocean-eng.blogspot.com

            Mungkin dengan adanya cerita-cerita sebelumnya, penelitian ini terlalu beresiko. Tapi hal ini dapat diantisipasi dengan cara kita mengirimkan robot yang biasa NASA kirim ke bulan ataupun mars. Kita tidak perlu terjun langsung ke permukaan atau dasar segitiga bermuda ini. Bila ke luar angkasa saja kita dapat mengirimkan robot peneliti, mengapa ke dasa laut bumi tidak bisa? Bukankah saat ini telah berkembang teknologi mengenai underwater AUV (Autonomus Underwater Vechicle) yang dapat melakukan gerakan secara otomatis di laut. Hal ini dapat menghindarkan manusia dari bahaya selama melakukan eksplorasi bawah laut. AUV ini dapat dipakai dalam ekspedisi mengungkap misteri segitiga bermuda. Sistem AUV ini dapat dikombinasikan dengan sistem sonar sehingga dapat memperoleh kebenaran yang selama ini kita cari. Sistem AUV yang telah dilengkapi dengan sensor sonar merupakan AUV tipe Puma. Yang mana AUV Puma menggunakan sonar, laser, dan sensor kimia untuk mencari wilayah yang luas di dekat dasar laut dan mendeteksi suhu, bahan kimia atau sinyal partikulat dari lubang hidrotermal. Selain itu juga AUV Puma dapat difungsikan untuk mencari sumber yang kaya mineral serta air panas dari dasar laut.   

Gambar. Sistem AUV
            Dengan terungkapnya keberadaan sumber gas alam, yaitu gas metana, yang melimpah di dasar laut segitiga bermuda dan telah ditemukannya cara teraman dalam menambang gas metana, kita dapat memanfaatkan gas metana dalam kehidupan. Gas metana dapat digunakan sebagai bahan baku biogas. Biogas dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Selain digunakan sebagai bahan bakar, biogas juga dapat digunakan sebagai sumber penghasil listrik.

KESIMPULAN
            Penelitian yang menyatakan bahwa di dasar laut segitiga bermuda terdapat gas metana yang berlimpah perlu diungkap lebih lanjut. Dengan teknologi yang terus berkembang kemungkinan dilakukannya penelitian mengenai  keberadaan sumber gas alam ini akan sangat mungkin dapat dilakukan. Ekspedisi dapat dilakukan dengan meluncurkan AUV yang telah disempurnakan dengan sistem SONAR, sehingga dapat meminimalisasi bahaya yang mungkin terjadi akibat ledakan gas metana dari dasar laut, dan tidak menimbulkan korban dan tambahan cerita korban segitiga bermuda.  Dengan ditemukannya gas metana dapat membantu perekonomian suatu negara dengan mambangun industri gas metana untuk menghasilkan sesuatu yang berbahan baku gas metana.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2007. AUV Puma. http://www.whoi.edu/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 16.47 WIB.
Anonim. 2009. Misteri Segitiga Bermuda. http://xfile-enigma.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 15.35 WIB.
Anonim. 2010. Autonomus Underwater Vechicle. http://auvlab.mit.edu/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 15.42 WIB.
Anonim. 2010. Ternyata ada piramida di segitiga bermuda. http://barepsport.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 15.35 WIB.
Anonim. 2011. Teori gas metana penyebab kapal hilang di bermuda. http://wong168.wordpress.com/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 15.35 WIB.
Chandra, Harry. 2008. Biogas, the best alternatives. http://harry-chandra.blogspot.com/. Diakses pada tanggal 24 September 2011 pada pukul 20.13 WIB.

1 komentar: