Selasa, 13 September 2011

Oseanografi

Sebagian besar muka planet bumi merupakan lautan, yaitu sebesar 70,8% dan 29,2% merupakan daratan. Berbeda dengan daratan, seluruh laut di bumi ini merupakan medium yang bergerak dinamis dan saling berkaitan satu dengan lainnya hingga merupakan satu kesatuan yang sinambung. Oleh karena itu banyak ilmuan yang berusaha mengetahui rahasia lautan. Manusia tertarik pada lautan pada awal masa peradaban manusia ketika pengertian tentang dunia dibatasi oleh negara-negara. Perkembangan dunia perkapalan dan perlayaran yang dilakukan oleh para pedagang dan penjelajah dunia, sehingga mengharuskan mereka membuat peta dengan akurat. Ekspedisi pelayaran mengelilingi dunia pada abad 14 oleh Ferdinando Magelhaens membuktikan bahwa bumi itu bulat. Peta lautan pasifik dibuat pada abad ke 18 oleh James Cook, memperlihatkan daratan dibagian selatan kutub yang selalu ditutupi es.  Studi menyeluruh (komprehensif) mengenai laut dimulai pertama kali dengan dilakukannya ekspedisi Challenger (1872-1876) yang dipimpin oleh naturalis bernama C.W. Thomson (yang berkebangsaan Skotlandia) dan John Murray (yang berkebangsaan Kanada). Istilah Oseanografi sendiri digunakan oleh mereka di dalam laporan yang diedit oleh Murray. Selanjutnya Murray menjadi pemimpin dalam studi berikutnya mengenai sedimen laut. Keberhasilan dari ekspedisi Challenger dan pentingnya ilmu pengetahuan tentang laut dalam perkapalan/perhubungan laut, perikanan, kabel laut dan studi mengenai iklim akhirnya membawa banyak negara untuk melakukan ekspedisi-ekspedisi berikutnya.
Oseanografi sendiri diambil dari bahasa yunani oceanos yang berarti laut dan graphos yang berarti gambaran atau deskripsi. Pada abad ke 13 istilah dalam bahasa inggris biasa digunakan Sea of Ocean  dan Sea Ocean dan akhirnya pada tahun 1950 biasa disebut Ocean Sea. Beberapa penulis telah menggunakan istilah Oceanografi dengan istilah lain yaitu Oceanology dan Thassography. Dengan demikian oseanografi merupakan cabang dari ilmu yang mempelajari segala aspek dari samudera dan lautan. Dalam bahasa lain yang lebih lengkap, oseanografi dapat diartikan sebagai studi dan penjelajahan (eksplorasi) ilmiah mengenai laut dan segala fenomenanya.
Oseanografi merupakan ilmu science dan eksplorasi lautan dan laut-laut serta semua aspek-aspeknya, termasuk sedimen, batuan yang membentuk dasar laut, interaksi anatara laut dengan atmosfer, pergerakan air, serta faktor-faktor tenaga yang menyebabkan adanya gerakan tersebut baik tenaga dari dalam maupun tenaga dari luar, kehidupan organisme, susunan kimia air laut, serta asal mula terjadinya  lautan dan laut-laut purbakala. Oleh karena itu oseanografi dikatakan sebagai suatu science mengenai laut yang terdiri dari beberapa cabang ilmu pengetahuan yang menurut Sahala Hutabarat dan Stewart M. Evans (1985) terbagi atas empat cabang ilmu, yaitu:
1.    1. Oceanografi Fisika
Ilmu yang mempelajari hubungan antara sifat-sifat fisika yang terjadi dalam lautan sendiri, lautan dengan atmosfer, dan lautan dengan daratan. Ilmu ini membahas mengenai kejadian-kejadian seperti terjadinya tenaga pembangkit pasang dan gelombang, iklim dan sistem arus yang terdapat di lautan. Selain itu juga mempelajari mengenai ciri fisik samudera termasuk struktur suhu-salinitas, pencampuran, ombak dan lain sebagainya.
2.    2. Oceanografi Geologi
Ilmu yang mempelajari asal terbentuknya lautan, termasuk di dalamnya penelitian tentang lapisan kerak bumi, gunung berapi dan terjadinya gempa bumi. Sangat penting mempelajari ilmu geologi yang membahas mengenai asal lautan yang telah berubah lebih dari berjuta-juta tahun yang lalu.
3.   3.  Oceanografi Kimia
Ilmu yang berhubungan dengan reaksi-reaksi kimia yang terjadi di dalam dan di dasar laut dan juga menganalisa sifat-sifat kimia dari air laut itu sendiri. Selain itu juga membahas mengenai kimia samudera dan interaksi kimianya dengan atmosfer.
4.    4. Oceanografi Biologi
Cabang ilmu yang sering dinamakan Biologi Laut yang mempelajari semua organisme yang hidup di lautan termasuk binatang-binatang yang berukuran sangat kecil (plankton) sampai yang berukuran besar, mikroba (biota) dan tumbuh-tumbuhan air laut. Juga mempelajari mengenai interaksi ekologi mereka.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar